(IANNnews) Denpasar - Taman Werdhi Budaya merupakan salah satu tempat terluas untuk pagelaran budaya di Bali, dimana setiap tahunnya Pesta Kesenian Bali dilaksanakan di tempat ini yang berlangsung selama sebulan dari bulan Juni hingga Juli, yang dimeriahkan dengan pawai kesenian berwarna-warni mengelilingi Kota Denpasar. Festival ini menyajikan aneka tarian tradisional dari Bali maupun luar bali, seperti Ramayana dan Mahabrata, musik, dan hasil-hasil kerajinan tangan.
Taman Werdhi Budaya terdiri dari beberapa bangunan dengan fungsinya masing masing. Sebagai pusatnya, adalah ampiteater Ardha Candra, sebuah teater terbuka berbentuk setengah bulan yang mampu menampung hingga 600 orang sebagai tempat berbagai acara-acara seni besar seperti sendratari dan berbagai pertunjukan panggung lainnya. Di sebelah barat, terdapat gedung Ksirarnawa, sebuah teater tertutup dengan kapasitas 800 orang dan tempat pameran yang terletak di lantai bawah. Di sebelah utara , terdapat bangunan utama, Gedung Kriya Uccaihsrawa, yang lebih dikenal oleh sebagai Gedung Kriya, adalah tempat pagelaran berbagai hasil karya seni seperti seni lukis, patung, serta kerajinan, yang mana di sebelah timurnya terdapat sebuah kolam dengan bunga lotus yang dilengkapi sebuah bale bengong. Selain bangunan-bangunan tersebut, Taman Werdhi Budaya memiliki berbagai sarana lainnya, seperti wantilan, ampiteater kecil, dan sarana lainnya sebagai tempat pertunjukan kreasi seni budaya di Bali.
Taman Werdhi Budaya awalnya merupakan sebuah proyek pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969 yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof. dr. Ida Bagus Mantra. Proyek ini diberi nama Werdhi Budaya/Art Centre, dan kemudian pada tanggal 16 Agustus 1978 dikembangkan dengan nama Taman Budaya. Taman Budaya ini dirancang oleh arsitektur terkemuka Bali yakni Ida Bagus Tugur, tempat ini mengadopsi arsitektur pura dan kerajaan di Bali.